demi sang fajar yang menggema di Angkasa
kuakui ragaku benar-benar rapuh
mencari tongkat kebanaran
jauh di Jurang sang hatif
kebencian mengerogoti jiwaku
sesak perih menyiksa batin
namun, trisula cinta telah menusukku
jasadku lumpuh terkena racunnya
mantra-mantra cinta
terbang menembus angkasa
jatuh tertancap,
dalam lubuk kalbu
sulit untuk ditafsir,
coretan pena keruh
mengukir sutra ular berbisa
menjadi prasasti sakral
raungan ayat-ayat rindu
menggetarkan alam semesta
menemani kesendirianku
dalam kesengsaraan ruhani
sekelilingku telah fana
hanya hadirmu,
terasa peka di semua indra
menjadi kekal dan abadi
by : husain eL-rumi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar